Premis:
Di tengah puing dan abu Sanggar Seni Ayung Layung yang ludes terbakar. Sedayu meremas surat undangan pertunjukan dari tamu misterius yang pernah hadir di pementasan terakhirnya. ia tidak menyadari bahwa kebakaran itu bukan sekadar musibah—melainkan awal dari teror yang mengintai.
Surat itu berisi undangan pelatihan dan pementasan tari Jathil di Sanggar Seni Rawangsemi, dengan janji uang apresiasi yang cukup besar untuk membangun kembali Sanggar Seni Ayung Layung. Tanpa berpikir panjang, Sedayu memutuskan untuk pergi bersama teman-temannya.
Namun, setibanya di sana, mereka menyadari bahwa undangan itu adalah jebakan. Bahaya dari Desa Watuwiyah mulai mencengkeram mereka satu per satu.
Akankah Sedayu berhasil menyelamatkan teman-temannya dari ancaman Klana Rimba Barongkara?