"Peristiwa yang menghancurkan seluruh kota dalam waktu singkat. Tujuh raga menyedihkan menjadi saksi bagaimana gilanya gelombang pasang malam itu. Malam terakhir penuh bintang, seindah senyuman ibu enam tahun silam. "Apta! Esa! Pegang tangan Mas yang kenceng!" Kalimat itu menjadi kalimat terakhir Khalid sebagai usahanya yang ternyata sia-sia. Semuanya terjadi begitu cepat, air laut naik kepermukaan lebih ganas dari dugaannya dan mampu memisahkan genggaman tangan mereka satu sama lain tanpa belas kasihan. "Bagaimana pun takdirnya nanti, tujuh ya akan tetap tujuh. Ingat kata Si Mbah, kalau kita itu satu, satu jiwa yang terbagi di tujuh raga berbeda."".
"Alie Ishala Samantha, 16 tahun, tak pernah mengira hidupnya akan sepelik ini. Semula, dia hidup dalam keluarga yang penuh cinta, dan rumah yang selalu memeluknya. Namun, sejak dituduh menjadi penyebab meninggalnya Bunda Gianla lima cahun lalu, segalanya berubah dalam semalam. Sebutan "pembunuh" pun disematkan dalam dirinya, dan dia terus mendapatkan penolakan dan rasa sakit dari ayah dan keempat kakaknya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta. Hidup Alie kini terasa bagai neraka. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung, malah menjadi tempat penyiksaan bagi fisik dan mentalnya. Pertanyaan ini pun kerap menghampiri Alie: sampai kapan dia harus mengalami ini semua? Akankah rumah ini kelak akan menjadi rumah lagi untuknya? "Nda, rumah, bahkan dunia, tanpa Bunda benar-benar semengerikan itu..." - Alie".
"Kehilangan menjadi awal kerasnya hati dan kepala Bagio Dewanto, seorang ayah yang berubah menjadi monster untuk kedua anaknya, Dierja dan Jagat. Istrinya meninggal saat melahirkan anak keduanya, Dierja Gentala. Oleh sebab itu, Bagio seperti tidak puas walaupun anaknya telah dipenuhi banyak luka lebam di tubuhnya."
"Enam bulan setelah gagal menikah, Michelle memutuskan pergi ke Belanda demi menyembuhkan luka dan memulihkan kepercayaan yang hancur terhadap cinta. Namun, hidupnya kembali terusik saat Papa memaksanya pulang ke Jakarta karena kondisi kesehatan Mama yang memburuk. Sayangnya, kepulangan Michelle juga digunakan orangtuanya untuk menjodohkannya dengan seorang pria bernama Zaid. Tanpa Michelle bisa menolak, pertemuan dengan Zaid berujung menjadi sebuah pernikahan yang tak terbayangkan. Zaid menawarkan pendekatan yang berbeda, hanya tulus untuk saling mengenal, serta membangun hubungan berlandaskan iman. Dan yang terpenting, tanpa paksaan. Mampukah Michelle sepenuhnya membuka hati untuk kesempatan kedua? Atau selamanya terjebak dalam ketakutannya sendiri?."
Kalia hanya berani menuangkan rasanya pada coretan-coretan sederhana, tentang cara Bhumi mahir bermain fursal, bahkan kebiaszan sederhana Bhumi menggaruk kepalanya saat bingung. Hingga semua itu tersusun ke dalam satu cerita. Kalia tidak menyangka novelnya menggetarkan hati pembaca dan menjadi bestseller, tapi tak ada yang menyadari bahwa karakternya di dalam ceritanya adalah Bhumi. Namun Bandung tidak mendukung kisah bahagianya, dan Kalia pun pergi ke Edinburgh. Tapi takdir seakan memiliki cara sendiri untuk melanjutkan cerita hidupnya, ketika tanpa sengaja Bhumi hadir di koca Edinburgh. Harapan itupun muncul kembali, harapan yang ia sudah kubur dalam-dalam saat pergi dari Bandung. Haruskah ia bertahan saat masa lalu Bhumi datang mengejar di antara jejak kenangan dan luka yang tersimpan? Atau Kalia harus kembali menyimpan rasa dalam diam? Sebab ketika perasaan terucap, perasaan itu bisa berubah menjadi luka yang lebih dalam dari sebelumnya. Dari Bandung ke Edinburgh.
Sejak kecil, Anasera tumbuh dengan kehilangan yang tak pernah ia pilih. Ibunya, yang sempat mewarnai masa-masa awal hidupnya, pergi terlalu cepat, meninggalkannya dengan kenangan yang perlahan memudar seiring waktu. Ayahnya, meski masih ada, lebih sering menjadi sosok yang jauh dan sulit digapai. Anasera hanya menggantungkan harapannya pada Abim-kakak laki-laki yang pernah berjanji akan selalu ada, sebelum akhirnya pergi meninggalkannya sendirian. Di tengah ruang- ruang kosong yang makin melebar, hanya Nenek yang tetap tinggal, menjadi satu-satunya tempat ia pulang. Meski terbiasa dengan kehilangan, Anasera masih menyimpan sisa-sisa harapan yang rapuh. Jika ia tak pernah beruntung soal ibu, setidaknya ia ingin merasa cukup melalui kasih dan waktu ayahnya. Anasera tak menuntut banyak, hanya ingin tahu bagaimana rasanya dicintai Θanpa harus merasa takut akan ditinggalkan. Dalam rumah yang dipenuhi sisa peninggalan sang ibu, Anasera belajar merangkai makna keluarga dari serpihan kenangan, meski tahu, ada bagian dari hatinya yang mungkin tak akan pernah utuh lagi.
"Mengenang masa lalu selalu penuh kejutan. Tono, si ayam jago kesayangan Keluarga Purnomo, telah menjadi lebih dari sekadar peliharaan βdia adalah sahabal. keluarga, dan saksi segala keseruan di rumah yang dihuni 7 bersaudara dengan kepribadian unik. Dari kejadian kocak hingga momen hangat, Tono hadir untuk menceritakan semuanya! Di rumah ini, ada Khalid yang sabar dan dewasa, Nadi si pengomel, duo jahil Apta dan Dewangga, Esa yang sering kehabisan energi, serta Dipa dan Windu, sepasang adik imut yang kerap jadi sasaran suruhan. Lewat kisah ini, bersiaplah untuk tertawa, terharu, dan menikmati setiap lembar kenangan bersama mereka!."
Sebelum tragedi 2019 membekukan waktu, inilah potret keluarga Jdoraksa yang tak akan pernah sama. Di mana setiap hal sederhana adalah kebahagiaan, setiap tawa adalah nyanyian, dan setiap kenangan adalah memori yang tak terlupakan. Itu semua membuat Alie Ishala Samantha, tumbuh dalam rumah kecil yang penuh kasih sayang. Semenjak Alie lahir ia membawa warna yang berbeda setiap sudut rumah keluarga yang sempat redup karena duka. Bagi keluarga Jdoraksa, Alie adalah sumber kebahagiaannya. Mulai dari kedua orangtuanya, Abimanyu dan Gianla serta keempat kakaknya Sadipta si komandan, Rendra sang dokumenter, dan Samuel-Natta sang pasukan tempur yang siap menjaga Bunda Gianla dan Alie. Rumah kecil ini adalah bukti Alie pernah menemukan kasih sayang, kebahagiaan, dan kehangatan yang selalu tersimpan. Pagi yang berantakan bersama keempat saudaranya, misi jahil membuat Bunda tersenyum, hingga kejutan-kejutan kecil yang memupuk momen biasa menjadi kenangan yang akan selalu diingat. "Tuhan... semoga keluarga aku bahagia selamanya dan kasih sayang ini nggak pernah hilang.- Alie
Takdir menuntun Indira untuk tidak berdiam diri. Ia memulai perjalanan menceri Hanin, ibunya yang hilang. Dalam penceriannya, terungkap in formasi kelam Hanin terseret dalam pusaran gelap dunia malam, jauh dari gambaran seorang ibu yang selama ini Indira bayangkan. Indira tidak sendirian dalam pencariannya. Bersama Arju sang kekasih, Arta, dan Haga, ia menyusuri lorong demi lorong kehidupan malam Jakarta. Mereka bagai sinar harapan di tengah kegelapan kota, mengikuti jejak Hanin dengan tekad membara menemukan cinta seorang ibu yang hilang tanpa syarat, tanpa batas, dan tanpa akhir. Akankan Indira berhasil bertemu dengan ibunya? Atau Takdir akan menentukan akhir yang berbeda. "Bunga Lily itu kuat, meski hujan badai, dia tetap berdiri tegak. Sama seperti Indira dan Ibu."
"Sesungguhnya tak ada yang benar-benar siap menghadapi kematian. Cerita duka akrab terukir dalam hidup Apta Bayu Cokroaminoto. Dimulai dari kepergian sang ibu yang membuatnya hancur berkeping-keping. Kabar kematian semakin akrab mengepung, seperti berdesakan merebut perhatian, mata, pikiran, dan hatinya. Duka kembaii hadir saat Tujuh Raga harus berpisah ketika ombak besar Banyuwangi datang menyapanya. Di tengah keputusasaan atas segala kehilangan, secercah harapan muncul saat mengetahui Bapak, Khalid, dan Dewangga selamat. Semangat hidup Apta perlahan menyala kembali. Namun Duka kembali memainkan perannya, tepat ketika mereka hampir bertemu, ketiga raga keluarga Apta yang tersisa itu pun dijemput Sang Pencipta. Apta mati rasa, kehilangan terburu-buru menggempur hidupnya. Meski ada orang baru, Bu Anjani dan Kinan yang menemani, Apta harus bertahan hidup sendirian. Apta kini menjadi pemurung dan sering bingung. Pesan Mbah, ""Bagaimanapun takdirnya, Tujuh Raga akan tetap satu jiwa""--selalu terngiang di kepalanya. Mungkinkah ini,pertanda bahwa Apta akan menghadap Sang Pencipta?".
"Kehilangan sosok ibu adalah luka yang tak pernah sembuh bagi Dewa, Daniyal, dan Rafeya. Ketika takdir mempertemukan mereka dengan Lea, sahabat karib ibu kandung mereka yang telah tiada, kebencian- dan penolakan seolah menjadi satu-satunya jalan untuk menyembuhkan luka itu. Lea, dengan ketegaran dan kasih sayangnya, berusaha meraih kembali peran sebagai ibu bagi ketiga pemuda itu. Namun, upayanya untuk menyembuhkan luka dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibu mereka selalu berakhir dengan cacian dan penolakan. Di tengah rasa bersalah yang menghantuinya, Lea bertekad untuk mempertahankan kehadirannya demi memberikan kasih sayang dan keluarga yang utuh bagi Dewa, Daniyal, dan Rafeya. Akankah ia mampu memenangkan hati ketiga pemuda itu dan menjadì sosok ibu yang selama ini mereka rindukan?"
"Ketika taruhan berbahaya mengikat nasib, Candra ditantang untuk mendapatkan hati Pelita, gadis misterius yang tak terjangkau siapa pun. Di balik sikap dinginnya, tersembunyi luka mendalam dari kekerasan ayahnya. Penderitaan disertai dendam semakin terungkap ketika taruhan terus dijalani oleh Candra. Masa lalu orang terdekat yang tidak diketahui semakin terbongkar. Namun di sisi lain, Pelita yang terluka mulai percaya jika mengenal cinta tidak seburuk yang ia pikirkan. Seperti perasaan yang seolah semakin beradu, semua orang terdekat Candra larut pada pertan- yaan tentang nilai hidup dan arti sejati dari kasihsayang."