"Valeny Windyelzy selalu mendapat siksaan yang tiada henti dari ayah dan kedua kakaknya. Ayin Caroline Abimanyu dibuang oleh keluarganya karena menderita leukeumia. Sabila Harumi Araya pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri. Janne Leonardo Putri terpaksa keluar dari sekolah karena menusuk kepala sekolahnya sendiri. Keempat remaja putri tersebut dianggap sebagai pembawa sial oleh keluarga masing-masing, dan akhirnya "dititipkan" ke Asrama Cemara Putih, sebuah asrama ekslusif yang mengusung konsep "ketenangan jiwa dan pengembangan diri". Di sana, mereka berempat ditempatkan di kamar 807. Semula, kehidupan Windy, Ayin, Sabila, dan Janne di kamar 807 begitu tenang dan menyenangkan. Namun, sejak Kepala Asrama mengusik mereka, kehidupan mereka tak lagi sama.... Berhasilkah mereka berjuang bersama menggapai terang? Atau mereka akan terperangkap pada kegelapan selamanya?".
"Enam bulan setelah tragedi yang mengubah hidup mereka, Ayin Caroline ditemukan sekarat di lantai kamar 807 yang seharusnya telah ditutup selamanya. Genggamannya yang lemah masih memegang sepotong kertas dengan pesan mengerikan: "Kalian belum selesai." Ketika asrama kembali dibuka oleh keponakan Wisnu. Windy, Janne, dan Sabila terpaksa kembali menghadapi masa lalu mereka. Namun, kali ini, mereka bukan lagi empat gadis yang bersatu melawan satu musuh. "Salah satu dari kita berbohong... atau mungkin kita semua berbohong.""
"Valeny Windyelzy selalu mendapat siksaan yang tiada henti dari ayah dan kedua kakaknya. Ayin Caroline Abimanyu dibuang oleh keluarganya karena menderita leukeumia. Sabila Harumi Araya pernah dilecehkan oleh ayahnya sendiri. Janne Leonardo Putri terpaksa keluar dari sekolah karena menusuk kepala sekolahnya sendiri. Keempat remaja putri tersebut dianggap sebagai pembawa sial oleh keluarga masing-masing, dan akhirnya ""dititipkan"" ke Asrama Cemara Putih, sebuah asrama ekslusif yang mengusung konsep ""ketenangan jiwa dan pengembangan diri"". Di sana, mereka berempat ditempatkan di kamar 807. Semula, kehidupan Windy, Ayin, Sabila, dan Janne di kamar 807 begitu tenang dan menyenangkan. Namun, sejak Kepala Asrama mengusik mereka, kehidupan mereka tak lagi sama.. Berhasilkah mereka berjuang bersama menggapai terang? Atau mereka akan terperangkap pada kegelapan selamanya?"